Home | Pelayanan | Gudang Materi
"Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan" - Amsal 1:7a
 
 
 
Sighted 10379 times

PROFIL
Profil Yayasan
Profil TK
Profil SD
Profil SMP
Profil SMA
Profil STIE

PRESTASI
Prestasi TK
Prestasi SD
Prestasi SMP
Prestasi SMA
Prestasi STIE

STRUKTUR
Struktur Yayasan
Struktur TK
Struktur SD
Struktur SMP
Struktur SMA
Struktur STIE


Site Links
» Yahoo! » WikiPedia
» Sulut-link » Google » Fisikasyik


   Powered by :
   Advertising :





 



Renungan Terbaru » Perlengkapan Senjata Allah, ditulis tanggal 27 Jan 2008 oleh Administrator
Artikel Terbaru » NILAI SEIKAT KEMBANG, ditulis tanggal 28 Jan 2008 oleh Administrator
Jiwaku memuliakan Tuhan dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku. - Lukas 1:46-47 -
Tampilkan berdasarkan kontent     13-10-2008 12:21:22 PM

NILAI SEIKAT KEMBANG

Seorang pria turun dari sebuah mobil mewah yang diparkir di depan kuburan umum. Pria itu berjalan menuju pos penjaga kuburan. Setelah memberi salam,pria yang ternyata adalah sopir itu berkata, "Pak, maukah Anda menemui Perempuan yang ada di mobil itu? Tolonglah Pak,karena para dokter mengatakan sebentar lagi Ia akan meninggal!". Penjaga kuburan itu menganggukkan kepalanya tanda setuju dan ia segera berjalan di belakang sopir itu.


Seorang Perempuan lemah dan berwajah sedih membuka pintu mobilnya dan berusaha tersenyum kepada penjaga kuburan itu sambil berkata, "Saya Ny. Steven. Saya yang selama ini mengirim uang setiap dua minggu sekali kepada Anda. Saya mengirim uang itu agar Anda dapat membeli seikat kembang dan menaruhnya di atas makam anak saya.


Saya datang untuk berterima kasih atas kesediaan dan kebaikan hati Anda. Saya ingin memanfaatkan sisa hidup saya untuk berterima kasih kepada orang-orang yang telah menolong saya."
"O, jadi Nyonya yang selalu mengirim uang itu? Nyonya, sebelumnya saya minta maaf kepada Anda. Memang uang yang Nyonya kirimkan itu selalu saya belikan kembang, tetapi saya tidak pernah menaruh kembang itu di pusara anak Anda." jawab pria itu. "Apa, maaf?" tanya wanita itu dengan gusar. "Ya, Nyonya. Saya tidak menaruh kembang itu di sana karena menurut saya, orang mati tidak akan pernah melihat keindahan seikat kembang. Karena itu setiap kembang yang saya beli, saya berikan kepada mereka yang ada di rumah sakit, orang miskin yang saya jumpai, atau mereka yang
sedang bersedih.

Orang-orang yang demikian masih hidup, sehingga mereka dapat menikmati keindahan dan keharuman kembang-kembang itu, Nyonya," jawab pria itu.Wanita itu terdiam, kemudian ia mengisyaratkan agar sopirnya segera pergi.


Tiga bulan kemudian, seorang wanita cantik turun dari mobilnya dan berjalan dengan anggun ke arah pos penjaga kuburan. "Selamat pagi. Apakah Anda masih ingat saya? Saya Ny. Steven. Saya datang
untuk berterima kasih atas nasihat yang Anda berikan beberapa bulan yang lalu. Anda benar bahwa memperhatikan dan membahagiakan mereka yang masih hidup jauh lebih berguna daripada meratapi mereka yang sudah meninggal.


Ketika saya secara langsung mengantarkankembang-kembang itu ke rumah sakit atau panti jompo, kembang-kembang itu tidak hanya membuat mereka bahagia, tetapi saya juga turut bahagia.
Sampai saat ini para dokter tidak tahu mengapa saya bisa sembuh, tetapi saya benar-benar yakin bahwa sukacita dan pengharapan adalah obat yang memulihkan saya!".


Jangan pernah mengasihani diri sendiri, karena mengasihani diri sendiri akan membuat kita terperangkap di kubangan kesedihan. Ada prinsip yang mungkin kita tahu, tetapi sering kita lupakan, yaitu dengan menolong orang lain sesungguhnya kita menolong diri sendiri.

Ditulis oleh Administrator pada tanggal 28 Jan 2008



Bidang Pelayanan
Content terbaru bidang pelayanan yayasan eben haezar manado.


NILAI SEIKAT KEMBANG
oleh Administrator 28 Jan 2008
8 Kado Terindah
oleh Administrator 28 Jan 2008


Perlengkapan Senjata Allah
oleh Administrator 27 Jan 2008
username
password
  [lupa password]


131 Untuk komentar dan saran kirim pesan anda ke email admin@ebenhaezar.com



 
 
     
 
Yayasan Eben Haezar Online, All rights reserved
Ghoraka Netherworks, Patrick